Halo Sobat Hijau!

Upaya mewujudkan bioekonomi berkelanjutan terus digencarkan. Kali ini, P2SEMH dalam Program FORCLIME-GiZ berkolaborasi dengan Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) @bbtn_lorelindu menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Tata Kelola Lembaga Lokal terkait Bioekonomi di Palu, Sulawesi Tengah pada 22 Oktober 2025.

Kegiatan ini menjadi forum penting untuk memperkuat kelembagaan lokal, terutama bagi 15 LPKD (Lembaga Pengelola Konservasi Desa) dan 1 KUPS (Kelompok Usaha Perhutanan Sosial) di sekitar kawasan TN Lore Lindu. Pendekatan teknis dalam pengembangan model bioekonomi dan 𝘦𝘯𝘢𝘣𝘭𝘪𝘯𝘨 𝘤𝘰𝘯𝘥𝘪𝘵𝘪𝘰𝘯-kondisi yang memungkinkan terwujudnya pemberdayaan ekonomi masyarakat akan dihasilkan dari forum ini.

Dr. Sudirman D. Massiri, narasumber dari Universitas Tadulako membuka sesi dengan menjelaskan konsep kelembagaan lokal serta pentingnya tata kelola kelembagaan yang kuat dalam mendorong pengembangan bioekonomi. Sesi dilanjutkan oleh Fandy Pondete, S.Hut, Penyuluh Kehutanan TN Lore Lindu, yang menyoroti peran penting KTH dan LPKD dalam menggerakkan ekonomi berbasis sumber daya alam lestari di tingkat tapak. Dengan rasa antusias dari peserta, sesi diskusi yang dipandu oleh Imam Budiman, S.Hut, Ph.D., tim P2SEMH ini berlangsung hangat dan interaktif.

Tak hanya teori, peserta juga diajak untuk praktik langsung melalui Simulasi Penyusunan Rencana Pemanfaatan Bioekonomi. Dipandu oleh Ir. Edy Wicaksono dari Karsa Institute dan tim Penyuluh BBTNLL, para peserta menggali potensi wilayahnya, menyusun rencana pemanfaatannya, serta mengidentifikasi dukungan yang dibutuhkan agar bioekonomi bisa berkembang nyata di lapangan.

Langkah kolaboratif ini menjadi pondasi tumbuhnya bioekonomi di wilayah penyangga TN Lore Lindu dengan harapan akan lahir lembaga lokal yang kuat, mandiri, dan mampu menjadi motor penggerak.

Salam Bioekonomi!
Salam LESTARI!